Cycling For Dengue

Minggu, 26 Oktober 2008, dalam rangka memperingati Hari jadi Rumah Sakit Sanglah yang ke-49 , SANDAT Cycling Club (club sepeda rumah sakit sanglah) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kota Madya Denpasar mengadakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) guna mengurangi kasus demam berdarah di Kota Denpasar, yang dikemas dalam kegiatan Cycling for Dengue.

Cycling for Dengue, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, dimana para pesepeda masuk ke rumah rumah penduduk untuk mengadakan pemeriksaan di setiap tempat yang berpeluang bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Untuk Cycling for Dengue kali ini, difokuskan pada daerah Panjer dan sekitarnya. Kenapa daerah ini ? 50% kasus demam berdarah terjadi di denpasar dan daerah panjer inilah yang memiliki kasus paling tinggi diantara daerah daerah lainnya.

Dan saya bersama teman teman, membawa nama B2W ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Jam 6 pagi liwat dikit (15 menitan gitu deh) kami sudah berkumpul di parkiran rumah sakit. Tidak hanya kami disana, ada juga peserta dari berbagai club sepeda di denpasar antara lain Betty Cycling Club,  SESAPI, LELASAN, DALLAS, TTM, McD Cycling Club, Para pesepeda ONTEL, anak anak Kebidanan, anak anak STIKES dan lain lain (aku lupa siapa lagi :D)

Setelah acara pembukaan dan sambutan sambutan dari pihak yang terkait, Kegiatan pun di mulai.

Pertama bersepeda santai melewati jalan di ponegoro kemudian serma apa yah namanya (sebelum genteng biru belok kanan yang tembus Santo yoseph) trus Sudirman (dikit) belok kanan menuju renon trus setelah samsat belok kanan tembus Tukad Musi trus belok kanan tukad yeh aya tukad pakerisan trus setelah kuburan belok kiri ketemu pasar dan terakhir ketemu Wantilan.

Disini (baca : wantilan) diberikan pengarahan bagi para JUMANTIK alias JUru peMANtau jenTIK, dan para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Kebetulan B2W,BETTY dan DALLAS mendapat PSN di daerah Banjar Sasih Panjer, disekitar jalan tukad yeh aya sampai dengan tukad batang hari.

Tiap jumantik dibekali dengan Formulir pemantauan dan wajib memeriksa 5 rumah atau 5 Kepala Keluarga. Selain itu jumantik juga harus membawa senter untuk memeriksa jentik jentik nyamuk nakal yang ada di penampungan air tiap rumah tersebut. Dan tidak lupa membawa beberapa bungkus abate yang dibagi-bagikan di setiap rumah yang telah dan diperiksa. Sebagai tanda bukti pemeriksaan, peserta wajib menempelkan tanda “ALREADY CHECK” di tempat yang mudah dilihat tanpa mengurangi keindahan rumah tersebut.

Tidak hanya misi sosial saja yang dilakukan dalam kegiatan ini, permainan mencari jejak pun diadakan, dimana setiap jejak yang ada akan menuntun peserta untuk mendapatkan door prize yang disediakan. Door Prize jejak sandat kali ini adalah 2 buah sepeda gunung, 1 buah TV dan 1 buah lemari es. tuhh lumayan kan secara ini acara gratisannnnnn 😀

Setelah menghabiskan waktu kurang lebih satu setengah jam untuk menyelesaikan misi tersebut, kami pun kembali menuju ke rumah sakit sanglah dan berkumpul dengan teman teman yang lainnya. Tiba disana, nasi bungkus dan minuman dingin sudah menanti, and sarapan diparkiran pun dimulai. Menunya Nasi Jinggo porsi Jumbo dengan sambal super pedasss dan sebotol minuman isotonik bervitamin:D

Sungguh nikmat. Makan bersama, bersenda gurau, berkelakar ria sambil mendengarkan pengumuman pemenang hadiah hiburan ada payung, boneka, tas pinggang dan sebungkus kopi merk yang nggak aku kenal 😀

Waktu menunjukkan pukul 11 ketika panitia menyatakan kegiatan ini sudah selesai *halah*

Dan kami pun beramai ramai beriringan kembali menuju rumah masing masing tentu saja dengan mengayuh sepeda yang menemani. eitss sebelum itu Narsis dulu ahhhhhh ….

Inilah green warrior team yang ikut kegiatan ini dengan membawa nama B2W

Yang berdiri (kika) : Simon, Bapak dari McD Cycling Club (aku nggak tau namanya), Andreas, Awan, Yanuar, Om Adi, Om Taufik, Citra STIKOM

Yang lesehan (kika) : Pak Made McD, Opie -Jakarta Post, Om Arief, Arie (itu akyu :P), Om Dodik, Om Ajie, Intan – Jakarta Post, Om Sonny, Temennya Om Ajie (nggak kenalan), Om Made – Paradise Bali

Bedugul Up – Down Hill

Akhirnya datang juga …….

Minggu, 03 Agustus 2008, terlampiaskan juga keinginan untuk anjrut-anjrutan di Bedugul sono, berbekal grasak grusuk blusukan (kie bahasa daerah mana yah) diantara ladang dan hutan, akhirnya up-down hill kali ini sukses dilaksanakan 😀

Start kumpul di Tiara Gatsu 6.15am. Dari rumah berangkat pukul 5.45am… sedikit ngebut genjot itu pedal karena mengingat waktu yang sangat mefet. Liwat Renon – Dewi Sartika – Diponegoro – Hasannudin – lurus terus ampe tembus di lampu merah – gunung agung – kebo iwa – Gatsu Barat – akhirnya mendarat dengan sukses di Tiara gatsu tepat pukul 6.30am late 15 minutes from schedule – siyal padahal udah genjot habis habisan

Ups udah rame noq, udah ada Om Sonny bersama pick upnya , Om Agung beserta anak dan juga pick upnya , Om-Mash, Om Dewa, Om Rochmad (akhirnya wajah nyatanya kukenal juga), Andreas si beruang kutub yang bawa mobil pribadi dan siap menampung kita kita didalamnya, Om Adi STIKOM, Om Adi multipsline dan Om fengky. Mereka lagi asyik loading (menata) sepeda di pick up. Sembari loading sembari menunggu gerombolan yang lain datang.

Satu per satu mulai bermunculan. Ada Om Ketut yang ternyata bawa pick up juga, Om Taufik yang salah tempat kumpul (harusnya di Tiara Gatsu tapi beliau nunggunya di Tiara Grosir) hihihihihi, Maminya Alex ma Tante Dodi yang siap menjadi seksi konsumsi, Om Dodik yang lagi bermasalah dengan perut tapi tetep semangat ngegowes dari Tuban to Gatsu, Om Wijan, Om Rusli, Om Arief, Om Jana, Om aswar sang mekanik kita tidak lupa juga dua bersaudara yang kompak dan lucu, Alex & Nicky hehehehehe peace bro 😀

Waktu menunjukkan pukul 7.15am, dan semua sepeda sudah loading di pick up dan di mobil pribadi. Berhitung pun dimulai, alhasil 24 sepeda plus 24 ridernya dan 2 seksi konsumsi siap meluncur ke Bedugul. Diawali dengan Doa, dipimpin oleh Om Dodik as a road captain, akhirnya kami pun BERANGKATTTTT!!!!!

Perjalanan mulus dan aman, hanya saja setelah pertigaan dalung kita pecah jadi dua kloter. 3 mobil ambil jalur Buduk, yang lainnya liwat jalan biasa. Akhrinya kloter jalur biasa menunggu di Bali Camp sono. Setelah berkumpul kembali menjadi satu kesatuan, tanpa basa basi perjalanan dilanjutkan menuju start point “Villa si Beruang Madu”. Namanya kalo nggak salah Villa MJ Wulan …. lokasinya di daerah Baturiti dekat dengan Lovely Garden. Agak masuk kedalam dikit sih, tapi nggak masalah karena mobil, sepeda motor bsia masuk ke daerah ini. Sampai di parkiran Villanya, langsung nurunin sepeda dan mempersiapkan diri untuk bergowes ria. 10 Minutes for preparation then we ready to go … Bukit diatas sana … KAMI DATANGGGGGGGGGGG !!!!!!!

Nah …. suguhan pertama yang kami dapatkan adalah tanjakan 30 derajat lengkap dengan kerikil kerikil tajam. Genjot sekuat tenaga akhirnya TTB (tuntun tuntun berhadiah – ini versiku) juga 😀 beberapa kawan bisa sampai dataran dengan sukses, kebanyakan tumbang di pertengahan jalan … bener bener tanjakan yang sangat bagus buat pemanasan hahahahahahaha

Selanjutnya mengikuti jalan setapak menuju ladang perkebunan tomat, strawberry, Kol, Saw, kandang ayam dan kandang sapi. Sumpah dech, sepedaan kali ini berasa banget capeknya. Apa karena oksigen terlalu tipis yah dibukit sana? jadi kita rada rada megap megap juga tuh. Syukurnya diselingi stirahat beberapa kali sambil mengecek kelengkapan peserta.

Tiba tiba …….

eh kok kurang satu yah ?

hmm eh iya noq kurang satu ?? hmm sapa yah ?

ternyata oh ternyata Om Adi stikom balek lagi menuju Villa. Tanya punya tanya ternyata Om Adi lagi sedang tidak enak badan, jadinya mesti off di tengah perjalanan dan balek sendirian ke Villa.

Perjalanan pun dilanjutkan, naik turun bukit, sampai akhirnya menemukan peradaban. Yup kita sampai di pintu masuk kebun raya yang dekat dengan patung jagung. Istirahat sebentar sambil recharge baterai (tenaga). Menunggu sang penunjuk jalan, Bli Sukma – temennya andreas, sambil menikmati rempeyek yang uenak dan cukup dijadikan sebagai pengganjal perut yang kriuk kriuk nyaring sedari tadi 😀

30 Menit cukup untuk recharge baterai, perjalanan di lanjutkan. Melewati jalan belakang menuju kebun raya, jalannya lumayan nanjak. Kirain setelah tikungan bakalan ketemu dataran (jalan datar) eh ternyata mentok ampe atas tanjakan ngos ngosan ngatur napas berhenti bentar trus genjot lagi sampe atas akhirnya berhasil juga meskipun dapet rehat bentar di tikungan.

Dari awal berangkat kita hanya ketemu sama yang namanya tanjakan dan sedikit turunan. Nah sekarang pulang menuju Villa, (katanya) banyak turunan.

“Kalo tadi kan Up- Hill terus sekarang saatnya untuk downhill ” kata si Macan Kumbang sambil menyeringai kegirangan. Soalnya Om yang satu ini emang paling doyan kalo ketemu sama turunan, secara itu dia punya sepeda memang sangat nyaman untuk downhill. bukan begitu Om Fengky ?

Satu per satu kami mulai menuruni jalan tanah berkerikil dan berdebu. Karena ini single trek jadi mesti hati hati. Mesti satu satu, mesti jaga jarak, agar tidak ada kecelakaan. Tapi pada kenyataannya, sudah berhati hati pun masih ada accident. Om Dodik korban pertama, karena menghindari teman didepan yang tiba tiba ngerem mendadak, akhirnya Om Dodik membuang sepedanya dan jatuh BRUK di ladang, lahasil baju kotor penuh debu, bersyukur tidak ada luka, tapi untuk jatuh yang kedua dan ketiga kalinya, akhirnya Om Dodik mendapatkan stempel di kakinya juga dan dapat jackpot celan robek 😦

Kedua Om Taufik, yang jatuh dengan lompat harimaunya, tapi ya tetep aja luka lecet lecet dibagian kaki. Korban ketiga Om Rohmat, aku nggak tau kejadiannya kek apa, yang pasti dari cerita, beliau juga nggak sadar gemana awal muasalnya. Pokoknya jek tiba tiba udah tepar di tanah hehehehehe. Trus saiyah hahahahahaha tp nggak jatuh nyungsep or tepar menggelepar di tanah. Hanya Ban sepedaku mencium dinding tanah yang dihiasi dengan dedaunan. Jadinya amanlah dari cidera hehehehehe

Setelah melewati beberapa turunan yang extreme akhirnya kita menemukan peradaban (jalan aspal), kira kira 1 kilometer dari sini, kembali kita memasuki hutan. Dan disinilah kami menunggu lumayan lama. Karena ada 2 teman yang kesasar di jalan aspal, turunan pula …. setelah menunggu kurang lebih setengah jam, kahirnya kamipun berkumpul kembali. Meliwati turunan turunan tajam berkerikil dan berpasir akhirnya tiba di main road Bedugul-Singaraja. Niat mau makan, kita pun mampir ke warung dekat sana. Ternyata disana sudah ada para highlander yang lagi downhill di area yang sama. Bedanya mereka naik pakai pick up, kita naek mancal sepeda kita masing masing kasian dech kita 😀 setelah bercakap cakap akhirnya diputuskan untuk tidak makan disana. Alasannya, warung makan ini lokasinya dibawah villa andre, jadi kalo sekarang makan ntar kita gowes lagi, nanjak pula habislah tenaga kita. Dan diputuskan kita berperang dulu melawan tanjakan hingga berkumpul kembali di Villa.

Ternyata keputusan yang kita ambil sangatlah tepat 😀 Mamanya Alex & Tante Dodik udah siap sedia dengan sekeranjang jagung rebus, plus pisang plus gorengan plus kue bolu dan aneka cemilan. Kopi, teh dan air panas sudah siap juga. so langsung dech …HAJARRRRRRRR !!!!!

Setelah dirasa cukup beristirahat ternyata teman teman pada ketagihan. Akhirnya 13 orang kembali menghajar itu Bukit. Saya hanya mengantar sampai persimpangan. Mereka asyik beroff road ria di daerah geotermal sana, saya asyik hunting strawberry dan sayuran. Dan semua titipan. Titipan teman yg lagi ber-off road ria. Mereka ceritanya mau bawa oleh oleh buat keluarga. Secara gitu loh seharian ditinggal sepedaan hahahahahahaha …..

Finally, off road terselesaikan. Pukul 3.30 siap meluncur kembali ke Denpasar. Dalam perjalanan mampir bentar di warung AZZAHRA – warung makan yang menyediakan rawon daging dan iga serta nasi campur. Harganya murha meriah dan rawonnya dari aroma dan kuahnya keknya sedap banget. Nasi Campurnya juga enak mungkin karena lapar yang tiada tara jadi semua berasa uenak di lidah dan diperut 😀

Pukul 5.30 tibalah kita di Denpasar. Mengambil sedikit tempat disebelah Pom Bensin dekat Tiara Gatsu, kita menurunkan sepeda masing masing dan memarkirnya dengan rapi disebelah kanan jalan. Berbincang ria sebentar, sambil meratapi nasib Om Aswar yang belum dapat menyentuh nasi karena lolos di Baturiti sana. Dan apesnya Om Aswar nungguin 3 sepeda sendirian disana secara yang punya pick up yang bawa itu sepeda udah pulang duluan kerumahnya nasibmu emang apes hari itu Om

Then 6 am, kami berpisah disana, ada rombongan ke Tuban, ada yang ke Gatsu, Ke Teuku Umar, Ke Buduk dan ke daerah Renon. Saya bersama 4 teman lainnya searah melewati jalan Gunung Agung. Capek, ngantuk campur jadi satu. Ditambah mesti genjot sekitar 45 menit lagi byuhhhh tambah dech capeknya ..

tapi jauh dari semua rasa capek dan ngantuk itu … saya benar benar senang … masih diberikan kesempatan menikmati indah kuasanya … alam yang hijau .. udara yang sejuk dan segar, plus teman teman yang semangat dan bersahabat …. semua benar benar indah ….

Kapan kapan kesana lagi nyok ????!!!!!!

*waaaaaaa ceritaku panjang kale noq* 😉