Ayam Goreng Fatmawati

SEJARAHNYA (dari bang Wiki)

Ayam Goreng Fatmawati adalah sebuah jaringan restoran yang menyajikan masakan tradisional Indonesia yang dikembangkan sejak tahun 1987 oleh Fatmawati yang merupakan salah seorang ahli tata boga masakan Indonesia.

Pada awal dioperasikan, Ayam Goreng Fatmawati dikembangkan secara kekeluargaan dan berhasil membuka beberapa cabang di sekitar Bogor. Merek dagang Ayam Goreng Fatmawati semakin dikenal oleh masyarakat Bogor pada khususnya dan Jabodetabek pada umumnya, karena pada saat itu restoran Ayam Goreng Fatmawati sudah menjadi bagian dari ciri khas kota Bogor.

Awal tahun 2000, tepatnya pada tanggal 28 Januari, Fatmawati berhasil menarik perhatian investor untuk berkomitmen mengembangkan restoran Ayam Goreng Fatmawati ke seluruh Indonesia. Sebagai wadah untuk mengelola restoran, dibentuklah PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia atau lebih dikenal dengan PT. AGFI yang bertugas mempersiapkan sistem operasional, konsep untuk pengembangan restoran, serta strategi-strategi yang harus dilakukan untuk memasarkan produk-produk restoran tersebut.

Tahun 2005 PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia telah memiliki lebih dari 50 cabang Ayam Goreng Fatmawati, dengan 5 restoran dikelola sendiri dan sisanya merupakan waralaba.

Dan untuk diwilayah Bali, Ayam Goreng Fatmawati (AGF) ini dibuka dibilangan Teuku Umar, tepatnya Teuku Umar No. 300X (sebelum Zeenemax)

agfbali

Jumat lalu, diriku, dirinya, Bowo, Mas Putu, dan Mas Tok berkesempatan untuk menikmati hidangan di restoran ini.

Aku pesan paket Gurami Goreang (20k). Paket ini sudah termasuk nasi, Gurami 300Gr, Sayur Asem, dan segelas es teh.

Loh koq nggak ada sambelnya ? pertanyaan ini cukup di dalam hati saja 😀

Karena Sambal, Lalapan dan Krupuk disajikan terpisah. Ketiga pelengkap ini diletakkan disebuah meja besar ditengah ruangan lengkap dengan catatan “Sambal, Lalapan, Kerupuk – COMPLIMENTARY” alias gratisannnn!

Ada 6 jenis sambal yang disediakan: Sambal Tomat, Sambal Terasi, Sambal Terasi Goreng, Sambal Bajak, Sambal Mangga dan Sambal Kecap.

Untuk Kerupuknya ada 3 kaleng, jadi nggak usah ragu untuk mengambil sepuas yang anda mau 😀

Balik lagi ke Gurami Goreng yang aku pesan.

Secara keseluruhan taste nya lumayan. Hanya saja sambalnya nggak nendang banget. Hampir kearah nggak berasa, buatku. Jadi untuk menambah rasa aku campur sambal tomat + sambal terasi goreng + kecap manis :D, begitu juga dengan Es Tehnya rasanya nggak begitu manis.

It’s Good for Your Healt”, begitu slogan yang aku baca di brosur yang ada diatas mejaku.

Ow ow … kalo disesuaikan antara slogan dan rasa makanan apa mungkin ya mereka tidak menggunakan bumbu penyedap ?!  apa gulanya juga seperti gula tropicana slim yang tidak begitu manis?!

ahhh .. males tau deh … pokoknya bagi anda yang ingin mencoba silahkan datang langsung ke TKP .. eh ke AGF di bilangan teuku umar sana. Bagi yang sudah pernah kesana, bagemana pendapat kalian ?! *buat referensi yang lain yang belum kesana* 😀

Eh iya …. kalo nggak sempet kesana, bisa delivery servcie loh …. cuma aku nggak tau no lelepon yang bisa dihubungi dan harganya berbeda atau tidak 😀

Advertisements

Menu Lunch of the week

Nggak kerasa, hampir seminggu saya menikmati makan siang di warung makan yang sama. yup … setiap siang dari kamis lalu saya menyantap makan siang di Warung Semarang. Lokasinya di jalan Blambangan 58 (kalo aku tidak salah lihat angka), sebelum pertigaan supernova (kalo datang dari arah klenteng kuta) sebelah kiri jalan.

Tempatnya bersih, menunya juga banyak. Ada beraneka macam sayur dari sayur sop, daun ubi, pecel, oseng oseng, pare, mie dan lain lainnya. Kalo soal lauknya juga banyak ragamnya. Ada ayam pedas, ayam goreng, sate ikan laut, sate cumi, sate ati + empela, sate kulit (kulit sapi keknya), weci (ote ote), tempe goreng, tahu goreng, peyek udang, ikan goreng, ikan pindang, Ikan bumbu cabe hijau, sapi bumbu pedas, ikan asin (kalo yang ini saya lebih senang menyebutnya gerang goring) dan sebagainya. Sebagai pelengkap ada sambal yang pedasnya lumayannnn mantabhhhhhh 😀

Biaya yang dihabiskan seporsi nasi campur berbeda beda tiap orangnya. Tergantung dari lauk pauk yang dipilih sebagai pelengkap nasi. Untuk sayur, penyajiannya boleh dijadikan satu ama nasi dan lauknya atau dipisah, dan tentu saja harganya berbeda.

Nah, menu yang saya pesan adalah Nasi putih secukupnya, Sayur Sop, Ote Ote dan Ikan Asin (Gerang Goring) ditambah dengan sedikit sambal sebagai pelengkap. Seporsi ini harganya Enam ribu rupiah. Ditambah segelas Es Teh atau Es Jeruk, totalnya kurang lebih Delapan ribu rupiah 😀 hmmmmmm lekkerrrrrrrr 🙂

Rumah Makan M-Sri

Kali ini mau cerita soal wisata kuliner yang sudah lewat. sebulan sebelum kesini, saya dan temans mencoba masakan di Rumah Makan yang baru buka dikawasan Renon.

Namanya Rumah Makan M-Sri, baru buka sebulan yang lalu kalo nggak salah ingat 😀 Lokasinya di Jl. Moh. Yamin, Renon, depan ATM BCA Renon (gampang banget koq nyarinya).

Rumah Makan ini tempatnya lumayan luas, dengan gaya arsitektur yang modern minimalis (ini sok tehe soal arsitek) membuat aku dan temans merasa nyaman berada di dalamnya. Parkirannya juga cukup luas dan tidak ada parkiran yang disembunyikan hehehehehe :p trus disamping2 resotnya itu ada kotak2 kaca sebagai tempat penampungan ikan, udang dan kepiting 😀

MENU

Menu yang disajikan special menu bakar bakaran, selain itu ada yang goreng gorengan juga. Jadi jangan kawatir kalo kalo anda bukan penikmat hidangan bakar bakaran 😀 Eh mereka juga menyediakan masakan khas lombok.

Ikan hidup hidup alias masih fresh from the water yang mereka sediakan itu diantaranya Gurami, Kakap, Krapu (di list menunya di tulis Grafu, tau dech maksudnya Krapu atau ikan lain jenis). Harganya kira kira 25.000 – 35.000 per ekornya tergantung dari jenis ikan. Kepiting, cumi, udang ada juga loh, fresh from the water juga. Selain itu, rumah makan ini juga menyediakan menu ayam.

TASTE

Soal rasa, makanan disini boleh diadu dech rasanya. Gurami gorengnya so crispy, disajikan dengan sangat cantik. Gurami bakarnya apalagi, rasanya mantabhhhhh …… bumbunya bener bener meresap dan sambalnya enak. Tahu dan Tempenya standard, tapiiii bumbu colek tahu tempenya itu yang ruarrrrrr biasa, kek bumbu rujak gula. Pokoknya enyak enyak enyak. Plecing Kangkungnya juga pedas pedas gemana gituuuuuu. Eh iya plecingnya disana ada dua versi, versi Lombok dan Bali. waktu itu kita nyobain yang versi Bali. Kalo soal minuman sama lah dengan rumah makan lainnya ada golongan Ice, Hot, Juice dan Soft Drink.

Ahhhh jadi laper …..

Ups … pantesan aja laper, udah waktunya makan siang ternyata. Yo wes demikian info kuliner kali ini, kalo anda berminat silahkan meluncur langsung ke lokasi. Kalo cuma mau nanya nanya doang silahkan hubungi 0361-224192 … selamat berkuliner ria 😀

PS : Sorry no skrinsut, secara kameranya kagak ikut kulineran 😛

Kurasa biasa saja

Kemarin ultah adikku yang paling cilik, namanya Mput :D. Seperti biasa ritual Ultah pun dilaksanakan, dini hari jam 1 pagi dibangunin disiram air dicampur kopi, selai strawbery, disemprot pengharum ruangan, dikrimbat pake minyak kayu putih campur lemon pledge (gemana rambutnya tuh anak ya hihihihihi) dan ditutup dengan hair spa pake body lotion hehehehehe *sadis*, dan sore harinya dilanjutkan lagi dengan acara tiup lilin dan potong kue * kue tart dapet gratisan dari Boss Besar, makasci ya buuuuuu* then kami pun bersiap siap untuk pergi makan malam.

Berdasarkan kesepakatan bersama*sidang kaleee*, akhirnya memutuskan mencoba masakan di resto yang lagi santer santernya dibicarakan. Serpis bintang lima, harga kaki lima demikianlah slogan yang mereka pasang di bawah nama restonya. Yup D’Cost Restaurant, resto yang ada dikawasan renon ini pun menjadi pilihannya, pertama karena belum pernah kesana, kedua pengen tau kebenaran beritanya *ndeso banget yah*. Tiba disana, disambut oleh sang receptionistnya *mungkin ..* kemudian ditanya untuk berapa orang dan akhirnya kita dapat tempat duduk di T02 deket parkiran sepeda motor, yang emang disitu di set untuk 6 orang.

Tak berapa lama, datang pelayannya membawa (sejenis) PDA, dan mulai menanyakan apa saja yang kami pesan. Kami pun memesan Sayur Asem, Cumi Goreng Tepung, Ikan Gurame Goreng, Cumi Saus Telur Asin, Sambal Mangga, Terong Bakar, Tempe Goreng, Tahu Goreng, Ikan Gurame Bakar Pedas, dan Nasi Putih. Minumannya kami pesan Jeruk Nipis Hangat (ini dikarenakan udara yang lagi dingin dinginnya :D). 20 Menit kemudian, semua hidangan sudah tersedia. Dan kamipun mulai menyantapnya *serbuuuuuuuu*

Penilaianku tentang D’Cost

Resto ini emang paling murah diantara resto resto gede yang ada diseputaran Renon, kelas bangunannya resto tapi harganya sama dengan rumah makan biasa ataupun cak asmo dengan menu yang sama. Beberapa hal yang ingin kukomentari, diantaranya

1. Tempat

Lokasi resto ini strategis dipinggir jalan dan mudah dilihat banyak orang, arealnya luas, lumayan bersih, tempat parkirnya juga luas. Tapi kenapa ya parkiran motor “nyempil” di sisi resotaran ?! padahal kan areal parkirnya lumayan luas, apa emang dibuat seperti itu yah ?! yang ditonjolkan justru parikiran mobilnya *biar keliatan wahhhh kali ya* 😀

2. Menu & Harga

Soal menu memang banyak pilihan, semuanya chinese food. Harga buatku biasa alias standard. Karena yang kulihat murah itu beberapa item saja seperti Teh Tawar yang harganya 100 perak semaunya, Jenis Teh lainnya (Teh Manis, Es Teh, Teh panas) itu 250 perak segelasnya. Nasi Putih seribu perak per orang semaunya. Diluar dari yang disebutkan harganya sama lah dengan yang diluaran.

3. Taste

Rasa makanan disini, buat akyu juga biasa biasa saja – STD.

4. Waktu penyajian

Lumayan Cepat, dari total item yang kami pesan, memerlukan waktu 20 menit untuk menyiapkan secara keseluruhan.

5. Perlengkapan

Piring, Sendok, dan Garpu sudah disiapkan sebelumnya di meja masing-masing.

Yang on request:

– Asbak buat para perokok

– Tissue, ini nggak tau kenken aturannya. Yang pasti tidak disetiap meja ada tissue, karena kemarin dakyu ngambil tissue dari meja sebelah hehehehe

– Linggis Gigi… eh Tusuk gigi ini juga tidak terlihat di meja

6. Sambal

Ada 3 jenis sambal diantaranya Sambal Matah, sambal Tomat, Sambal Mangga, yang semuanya dijual terpisah.

So, kurasa D’Cost itu biasa biasa saja *spechless …*