Tajog/Enggrang

Jaman dulu, kita sering melihat anak-anak dan orang dewasa bermain tajog. Dalam setiap perayaan tujuh belasan pun permainan yang tergolong masih tradisional ini sering dilombakan.

Sekarang ini udah jarang sekali anak anak dan orang dewasa memainkan tajog ini. entah apa alasannya, permainan tradisional ini (seakan-akan) mulai ditinggalkan.

SEKILAS INFO

Tajog adalah sepasang bambu yang difungsikan sebagai kaki, sehingga orang yang menggunakannya kelihatan jangkung dan langkanya panjang..

Cara pembuatannya pun tidak susah susah amat (menurut orang yang pernah membuatnya) 😀

Siapkan dua batang bambu yang panjangnya sama. Kemudian sesuaikan dengan ukuran. Kalo anak anak biasanya panjangnya sekitar 1,65M dan untuk orang dewasa sekitar 1,85M – ini berdasarkan itungan mengira ngira :D. Pada Bagian bawah dipasang kayu pipih berbentuk siku siku sebagai tempat pijakan. Agar pijakan terasa nyaman, sesuaikanlah ukuran kayu dengan ukuran telapak kaki.

Permainan Tajog ini termasuk permainan yang gampang gampang susah. Gampang sewaktu melihat dan susah sewaktu mempraktikannya 😀

Keseimbangan badan sangat diperlukan pada saat melakukan permainan ini, kalo tidak bisa menyeimbangkan badan maka berjatuhanlah kita nanti.

Dulu, sewaktu masih menggunakan seragam putih merah saya pernah mencoba permainan ini. Belajar seharian,  baru bisa jalan beberapa langkah .. eh langsung nyungsep di halaman hahahahaha … keseimbangan belum stabil .. tapi lama lama bisa juga, dan sumpah ni permainan seru banget. apalagi kalo sudah mahir, dipake lari larian weeee keren habis.

*Teringat anak kecil yang bermain tajog sambil membawa canang sore kemarin*

Mount Agung Trip :)

Sabtu kemarin ( 14 June 2008 ) bersama teman teman BOC berangkat menuju desa Selat Karangasem dengan semangat 68% berjuang mendaki puncak tertinggi di Bali. Yup anda benar teman .. kami mendaki Gunung Agung.

Dua hari sebelumnya (kamis) kami berkumpul dirumah komandan SIDHAR untuk membicarakan trip kali ini. Mendiskusikan darimana startnya, perlengkapannya apa saja, dan hal hal apa saja yang perlu diperhatikan. Untuk start kami menentukan dengan cara voting, karena ada beberapa teman yang ingin menjajal trip ini melalui jalur Besakih, sedangkan menurut komandan paling ciamik itu lewat Selat (Pasar Agung) kalo saya sih ngikut saja, secara ini trip pertama saya ke Mt.Agung jadi ikut apa suara terbanyak sajah hehehehehehe

Akhirnya keputusan pun di dapat, dari hasil voting 10 berbanding 2 suara, Jalur Selat (Pasar Agung) menjadi pemenangnya. Kemudian komandan memberitahukan apa apa saja yang perlu dibawa.

Jumat, sambil bergowes ria saya dan yanuar berburu perlengkapan, Jaket Tebal dan Sleeping Bag. Atas pawesik dari Guru Hendra akhirnya kami menemukannya di PETUALANG, disana tanpa dinyana dan diduga kami bertemu Giri (Ganan) yang lagi hunting sepatu untuk mendaki 😀 yangsepatubarunyaberkenalandengan sepatutipislamaku 😛

Sabtu, hari yang ditunggu tunggu pun tiba. Saya berangkat ke kantor seperti biasanya, dan dengan jurus andalan meminta ijin untuk pulang lebih awal dari biasanya (normal pulang jam 2 kemarin saya ijin pulang jam 12) tentu saja setelah semua pekerjaan saya selesaikan 🙂

Nyampe di rumah, packing pun dimulai.

Perlengkapan :

  1. Ransel – otomatis ini buat tempat barang barang bawaan ;))
  2. Sleeping Bag – kalo ngantuk tinggal gelar ini saja
  3. Senter + Baterai cadangan – as penerangan
  4. Baju Ganti – kalo pengen ganti baju ditengah perjalanan or setelah perjalanan selesai 😀
  5. Topi, Hand warmer, jacket
  6. Sepatu (yg tebal dan kokoh dimedan berpasir dan berbatu) + kaos kaki – biar aman dan nyaman
  7. Mineral Water (minimal 4 botol 1,5 lts dech) – biar nggak kehausan dong 😀
  8. Mie (Cup or bungkus)
  9. Roti
  10. Snack
  11. Coffee or Tea or Energen

Jam 1.45 buru buru menuju BO untuk bergabung bersama teman. Kirain telat ternyata ow ow baru 5 ekor saja yang sudah ready 😀 so nunggu dech kurang lebih sejam setengahan gitu, ampe ngantuk ini mata 😦 . Akhirnya berkumpul juga para pesertanya. Dan kamipun berangkatttttttt!!!!

2 jam perjalanan menuju Selat, konvoi sempet tercecer di By Pass Ketewel tapi akhirnya kami jadi satu juga. 11 sepeda motor memeriahkan konvoi ini 😀 Sampai di Selat kami mampir bentar di warung untuk mengisi perut. then tancap gas lagi mengikuti liak liuk jalan menuju Pura Pasar Agung.

6.30pm tiba di areal parkir Pura, melemaskan badan bentar (karena capek naek motor) kemudian mulai menapaki anak tangga menuju pelataran Pura lumayan juga sebagai pemanasan 😀 then kami pun beristirahat disini sembari menunggu kloter kedua datang. Udara sangat dingin dan memaksa kami untuk membuka perbekalan .. kompor dinyalakan dan air hangat pun mulai dimasak. Kopi sachet-an pun sudah siap di dalam gelas, 5 -10 minutes kopi siap disruput rame rame … *srulppppp hmmm hangattttttt :D*

Sejam dua jam kloter kedua masih belum nongol juga, tiba tiba dikejutkan dengan permintaan maaf dari Mas Hendra.

“Pren .. semuanya maap ya saya tidak bisa ikut pendakian kali ini, ada suatu hal yang harus saya bereskan di Mojokerto, saya harus balik saat ini juga”

“lah koq gitu, padahal kan udah siap tuh ? udah pake celana baru pula :D”

* hehehehe sori sori ini bener bener urgent ..saya harus balik sekarang juga”

yahhhhh nggak seru dong*

Bener bener nggak seru habis waktu denger kata kata itu. Soalnya yang paling semangat untuk mendaki itu Mas Hendra. semua dipersiapkan dengan sempurna. Tapi karena hal urgent tersebut beliau tidak dapat ikut bersama kami. Dan akhirnya kami pun menjarah perbekalannya hahahahahahahahaha tengkiyuh somat mas 😀

waktu menunjukkan pukul 11 malam, dan semua peserta sudah lengkap. kamipun membuat lingkaran, mendengarkan briefing dari Om Bambang dan tidak lupa berdoa bersama demi keselamatan perjalanan ini. Dan kami, 25BOCAH PETUALANG siap menjajal puncak tertinggi di Bali 🙂

Dari awal perjalanan kami disuguhi tanjakan tanjakan yang lumayan melelahkan. Medan pertama yang kami lalui jalan setapak bertanah dan berkerikil dengan hutan rimbun disekelilingnya. Kemudian kami melewati jalanan berpasir dan berkerikil dengan tanjakan yang semakin curam. ketiga bebatuan tanpa tumbuhan hanya rumput rumput liar menghiasi sekitarnya.

Beberapa kali kami sempat beristirahat, mengembalikan nafas yang sudah mulai ngos ngosan sambil menunggu teman yang tertinggal. satu setengah jam perjalanan, saya pun merasa capek, ternyata itu karena beban yang saya bawa lumayan berat. alhasil untuk memperingan beban saya Om heru dengan senang hati menukar ranselnya untuk saya bawa, yang ternyaya ransel Om Heru sangat sangat ringan tengkiyuh Om

3/4 perjalanan kami beristirahat cukup lama. Kalo tidak salah nama lokasinya Telaga Mas. Membuka perbekalan, membuat coffee, Energen, membuat api Unggun dan bernarsis ria …. tiba tiba Om Sidar minta diambil foto sambil membawa sebotol kecil mineral water yang siap untuk disiramkan diatas kepala Om Bambang .. ternyata oh ternyata hari itu hari special Om Bambang. Yup … dia berultah malam itu, dan kamipun beramai ramai memberikan selamat dan merayakan sekedarnya ditengah cuaca dingin yang diterangi dan dihangatkan dengan bara api unggun 🙂 oh iya sebelum tiba ditempat ini, Anis peserta paling muda mendapat Jackpot sehingga kami harus ekstra hati hati menjaganya.

Dingin mulai menyusup ke tulang, dan kamipun siap melanjutkan perjalanan kembali. Setapak demi setapak jalan bebatuan dan berpasir kami lewati. Langit begitu cantik malam itu. Dengan awan yang sangat tipis, langit keliatan begitu bersih dan wajah rembulan begitu anggun disela selanya, bintang jatuh pun menghiasi angkasa. Benar benar kuasa Tuhan yang tiada taranya, saya begitu takjub melihatnya, dan tak henti-hentinya bersyukur atas apa yang saya dapat malam itu. Memohon kekuatan dari alam semesta agar kami semua berhasil tiba di puncak dengan selamat dan sehat 🙂

Bulan semakin menghilang dari peredaran, menandakan pagi akan segera tiba. Kamipun mulai bersemangat agar sampai puncak sebelum sang surya muncul dari ufuk timur. Jalan yang ditempuh semakin ekstrim saja. Memanjat tebing bebatuan, menyusuri pinggiran jurang dan perlahan lahan kami pun berhasil mencapai Puncak tertinggi di Bali … GUNUNG AGUNG HERE I AM 🙂

Kamipun mulai bernarsis ria. Merayakan kesenangan yang tiada tara. Tidak lupa sembahyang atas rahmat yang diberikan-Nya. Menikmati sunrise yang perlahan lahan muncul dengan indahnya, mengagumi alam semesta yang begitu manisnya dan mensyukuri bahwa saya diberikan kesempatan untuk melihat, menikmati dan merasakan semuanya 🙂 seperti negeri diatas awan rasanya berada di puncak. saya benar benar bahagia, bisa menikmati bersama teman dan sahabat tercinta 🙂

satu setengah jam berada di puncak rasanya belum puas bagi kami, tapi apa daya kami harus turun segera sebelum kepanasan diperjalanan. Tetap dengan gaya narsis (foto foto ria maksudnya) kami meyusuri jalanan yang ternyata WOW banget karena semalam tidak melihat dengan jelas medan yang ditempuh, jadi waktu pulangnya rada rada ngeri juga ternyata itu medan benar benar GILA hahahahahaha

2 jam perjalanan mulai ni kaki nangis nangis, secara udah gempor sepedaan di hari jumatnya. dan sekali lagi masalahnya adalah beban yang saya bawa. Padahal tuh ransel udah dikurangi isinya tapi tetep aja berat. Akhirnya Om Taufik (lagi lagi) dengan baik hatinya menukarkan ranselnya dengan ransel saya. Dan saya pun bisa melenggang dengan sedikit tenang 😀 matur nuhun kang
Sisa setengah perjalanan lagi, udah kerasa ni kaki maunya dilepas (kalo bisa) dan diganti dengan kaki cadangan. tapi apa daya imajinasi tak kesampaian, jadinya berusaha sekeras mungkin dan dibantu doa agar bisa sampai di parkiran pura dengan selamat. Saya melangkah udah kayak para tentara yang lagi baris berbaris, saking sakitnya ini kaki dipakai untuk menuruni gunung ini. Pelan tapi pasti akhirnya kami tiba di parkiran HURRAYYYYYYYY HOREEEEEEEEEEEE 😀
10 orang pertama tiba di parkiran dengan selamat, langsung saja kami menyerbu warung untuk menikmati pop mie untuk mengisi perut yang udah keroncongan D setelah berbersih kita istirahat, maunya tiduran tapi karena rame orang sembahyang jadi tidak bisa beristirahat di pelataran pura, jadinya kami menunggu mobil-mobil diparkiran berangkat pulang. 10 menit menunggu akhirnya datang juga giliran kami beristirahat. Gelar sleeping bag, gelar jas hujan, dan kamipun beristirahat (tidur) di areal parkir yang beraspal D
Satu jam setelahnya, teman yang lainpun mulai datang. Dan kamipun siap untuk kembali pulang )
Perjalanan yang melelahkan dan sangat sangat mengasyikan. GUNUNG AGUNG You Are ROCK!!! tunggu kami lagi ya … jikalau tidak ada halangan kita bertujuhbelasan bersama lagi hehehehehehe kenken BOC NEXT TRIP ??????
Para Peserta : Arie, Aim, Adip, Anis, Amik Sendal Jepit (sang mentor), Arip, Bambang, Baskoro, Cobain, Didi Sendal Tulang, Ester, Giri (ganan), Heru, Ivant, Komang, Noviar, Pondal, Ratna, Sharka, Sabina, Sidharta (sang komandan), Taufik, Thereska, Yanuar
Ketinggian Gunung Agung : 3.142 mdpl (3.031 meter)
Waktu Tempuh : Mendaki +/- 8 jam, menurun (halah) +/- 4 jam

NOTE :

  1. Jangan membawa makanan yang terbuat dari daging sapi. (untuk keamanan bersama)
  2. Kalo lagi HAID (bagi kaum perempuan) jangan coba coba dech mendaki itu Gunung
  3. Usahakan tidak mendaki bersamaan dengan Piodalan di Pura yang ada disekitarnya
  4. Jagalah Ucapan dan Tindakan anda pada saat pendakian
  5. Bersahabatlah dengan Alam 😀

Gowes – Inspection – Gowes = Asyik Dech

Kemarin diriku seharian tidak di opis, tidak mantengi komputer dan tidak menikamti kehidupan di dunia maya *halah* secara kemarin itu diriku dan diri mereka (Mbok Yanti as a Guide and Ms Jeong Mi Hee as a VIP Guest from Busan Agent) berkeliling keliling villa for doing Inspection. Schedule-nya kita meng-inspeksi 10 Villas, 7 Villas di daerah Seminyak dan Kerobokan 3 Villas di Sanur area. Janji sama guide ketemu di opis jam 8.30 dan janjian ketemu sama tamu di lobby Hard Rock Hotel jam 9 pagi.

Alhasil, pagi pagi diriku sudah bersiap siap. Nyipain baju, nyiapin perlengkapan mandi, nyipain helm, handwarmer, botol minum dan nyiapin sepeda *Wo makaci ya udah buat itu sepeda jadi kinclong* begitu selesai semuanya diriku pun ready to go bersama si kuning yang berwajah baru karena ditambahkan stiker bike to work pada bodynya *makaci adek* jadi tambah pede aja gowes tu sepeda 😀

30 Menit ngegowes tibalah diriku di opis, cepet cepet deh ngelap keringat yang bercucuran trus berberes dikamar mandi. On time 8.30 am sudah ready go to Hard Rock Hotel. Tiba di Hard rock 8.20 am, nunggu bentar di Lobby, akhirnya itu tamu nongol juga.

Inspection pertama itu di Hardrock, liat Deluxe Pool nya, main pool, Gym, restaurant, center stage trus foto foto trus selesai dah, trus lanjut ke jadwal selanjutnya. Inspecition ke Sun Island Boutique Villa, Anantara Seminyak, Sofitel Seminyak, The Amasya, The Kunja VIlla dan terakhir untuk di Seminyak – Kerobokan Area kita meng-inspeksi Jays Villa – villa baru di tegal cupek dan belum soft or grand opening.

Waktu menunjukkan pukul 2.00pm ketika makanan yang kita pesan untuk lunch ready untuk disantap. Lunch kali ini mencoba masakan di R.AJA’s restaurant di dekat Supermarket Bintang – Seminyak Area. Makanan yang dipesan Indonesian mixed satay 2 porsi including nasi (boleh milih nasi putih or nasi goreng), 1 Nasi Goreng Ayam, 2 Nasi Goreng Seafood Hot Plate, untuk minumnya pesan 1 Diet Coke, 1 Ice Tea, 1 Ice Chocolate Milk, 1 Hot Tea. Soal rasa, makanan di R.AJA’s resto ini lumayan enak, kalo untuk minumnya kurang begitu menggoda secara nggak berasa manis sama sekali 😀 soal harga menghabiskan dana sebesar 235.400 rupiah, silahkan dinilai itu harga murah apa tidak ???? 😀

Next pukul 3.00pm meluncur ke daerah sanur, kembali melaksanakan tugas melihat lihat dan menginjak injak bumi (baca: jalan jalan) di villa punya orang. Sanur area kita mengunjungi Parigata Spa Villas yang kolam renangnya kecil banget, keknya hanya cukup buat berendam saja, trus Aston Legend, trus Mahapala VIlla – villa baru disebelah Hotel Inna Shindu yang baru dibuka maret kemarin.

Selesai Inspection, perjalanan dilanjutkan menuju Lavender Hotel & Spa di daerah by pass ngurah rai sana. Dulunya hotel namanya perdana dadi tapi sekarang sudah ganti nama jadi Lavender Hotel & Spa. VIP guest menikmati 2 Hrs aroma oil massage setelah seharian jalan jalan, saya dan guide kecipratan juga. Karena staffnya baik hati dan bermurah hati, kami juga dapat 1 Hr Foot Massage. Seneng juga itung itung pelemasan otot setelah jalan jalan dan bersiap siap untuk gowes pulang ke rumah.

Pukul 6.30 pm nyampe juga daku di opis. Buru buru dech ganti baju trus ngacir bareng si kuning di kegelapan malam. Si kuning belum punya mata yang bercahaya, jadi kalo dibawa night riding rada rada ngeri juga. Habis jalanan nggak terlihat jelas, ditambah lagi lampu lampu jalan ada yang matek udah dech extra keras ini mata bekerja untuk berkonsentrasi biar nggak nyemplung di lubang dan parit parit kecil di pinggir jalan.

*Sigh* perjalanan yang melelahkan tapi mengasyikkan dan menyenangkan. Apalagi ditengah perjalanan terima telpon kalo dijemput dan ditungguin di daerah kerta petasikan sana … *thanks a lot my dear* hiyaaaaa bener bener hari yang menyenangkannnnnnnn !!!!! 🙂

RUMUS OF THE DAY : Gowes + Inspection + Gowes lagi = Asyik Dechhhhhhh 😀

“pagiharinyabersepedadibypassmakimakisedantengilyangmainnyeruduksaja”

[B2W-Bali] Gowes to Nikko

Sabtu , 31 May 2008 ….

Setelah menyelesaikan tugas dan tanggung jawab plus menyerahkan “surat sakti” (baca : surat ijin) kepada Mister Dir sang penanggung jawab absensi, saya bisa bernafas lega 🙂 akhirnya saya bisa kabur dari opis dan bergabung dengan kawan kawan B2W untuk Bersepeda .. Yup sekali lagi KABUR untuk BERSEPEDA hahahahahahaha 😀 *celingukan takut ada yg ngemplang dari belakang*

Jalur kali ini menjajal jalur selatan Pulau Bali. B2W Gowes to Nikko. Perkiraan medan yang akan dilalui 30% On Road dan 70% Off Road.

Start dari rumah jam 5.30 pagi menuju pertigaan airport dan berkumpul di bawah kaki Bli Ngurah (baca : patung ngurah rai-airport) Jarak tempuh dari Rumah menuju lokasi bli ngurah berdiri itu sekitar 45 menit *lumayan untuk pemanasan* Om Arief dan Om Danu udah nangkring duluan disana. Kemudian disusul Alex, Nicky, Aswar, Om Agung dan yang terakhir Om Dodi yang keliatannya baru terjaga dari tidur hehehehehehe

Diawali dengan DOA kami 9 bocah petualang *wink wink* siap beraksi 😀 ……. NIKKO TUNGGU KITAAAAAAAA …….. hahahahahahahaha *pahlawan bertopeng mode ON*

Dari Patung Ngurah Rai sampai dengan perempatan tanjung Benoa trek lurus lurus saja, gowes sepeda pun santai santai saja. Semua berjalan aman tentram. Setelahnya di Jalan Silitiga tantangan pertama siap dihajar

siap siap ada tanjakan, pastikan over gigi dengan baik, atur di yang paling kecil” Om Dodi memberikan Instruksi.

Tantangan kedua, tanjakan menuju The Bale, ini lumayan banget genjotnya, dua kali lipat dari tanjakan awal. *glek glek glek … haaaaa legaaaaaa hausnya rada rada ilang* 😛 Jalanan pun kembali datar.

Belum selesai menetralkan kembali otot otot kaki yang mulai melemah sudah dihadapkan dengan tantangan ketiga,persis sebelum Hotel Nikko, saya menyebutnya “TANJAKAN SETAN” *doraemon mode ON* treng teng teng teng teng ……. dengan semangat empat puluh lima kaki menggowes itu pedal, berusaha tidak tertinggal oleh teman teman dan berusaha tetep mengayuh sampai di Jalan datar .. akhrinya berhasil juga melewatinya.

Tanjakan nggak habis sampai disini saja. Ternyata masih banyak tanjakan yang menanti. Tanjakan berikutnya berhasil membawa saya mendapatkan jackpot .. yup JACKPOT hahahahahaha *LOL*

Fase ON-ROAD boleh dibilang dilewati dengan cukup baik, saatnya sekarang menuju fase OFF-ROAD. Berbekal informasi dari Sang Rektor, kami para bocah petualang menelusuri jalan yang nggak ngerti ujung pangkalnya dimana.. pokoknya Hajar Blehhhhhh … kalo tersesat toh juga masih di Bukit *gedubrak*

Medan yang dilalui kali ini jalannya berkapur, berbatu, berpasir, berumput . Sempet bingung juga, karena seeprtinya kita hanya berputar putar di daerah bukit dekat Hotel Nikko itu saja.

Kalo kesini tembus mana pak ?

Kalo liwat jalan berbatu ini tembusnya dimana pak ?

Bu .. niki jalannya tembus kemana nggih ? Kampial napi Bali Cliff ?

Begitulah perjalanan kali ini penuh dengan tanda tanya. daripada malu bertanya sesat di jalan mendingan malu bertanya ya diem aja hahahahahaa *iki maksude opo toh*

akhirnya semua fase terlewati, sampai akhirnya kita menemukan peradaban kembali. Mampir bentar di warung daerah kampus unud untuk mengisi BBA (pan kalo motor BBM kalo bersepeda cukup BBA – Bahan Bakar Air, biar nggak dehidrasi hehehehe). Dan kitapun melanjutkan perjalanan pulang ….

Sebelum pulang, kita mampir bentar ke rumah om Dodi, disana udah ada Tante Caroline yang baik hati sedang menyiapkan minuman dingin buat kita. Eh ada cemilannya juga loh Ote Ote Udang uenakkkk buangetttt *ajarin buatnya dong tante* Setelah istirahat cukup sambil mengobrol ria saya pun berpamitan ….

Thanks a lot Friend ……. pengalaman yang bener bener indahhhhhh ….. semoga tetep bisa menjalankan rutinitas seperti ini kalo bisa ganti schedule ke hari Minggu yukkkkk bair tak bolos kerja lagi hahahahahaha Makaci ya Tante atas jamuannya, besok jangan lupa Jagung Bose -nya ……..

Foto Foto bisa dilihat disini