Kurasa biasa saja

Kemarin ultah adikku yang paling cilik, namanya Mput😀. Seperti biasa ritual Ultah pun dilaksanakan, dini hari jam 1 pagi dibangunin disiram air dicampur kopi, selai strawbery, disemprot pengharum ruangan, dikrimbat pake minyak kayu putih campur lemon pledge (gemana rambutnya tuh anak ya hihihihihi) dan ditutup dengan hair spa pake body lotion hehehehehe *sadis*, dan sore harinya dilanjutkan lagi dengan acara tiup lilin dan potong kue * kue tart dapet gratisan dari Boss Besar, makasci ya buuuuuu* then kami pun bersiap siap untuk pergi makan malam.

Berdasarkan kesepakatan bersama*sidang kaleee*, akhirnya memutuskan mencoba masakan di resto yang lagi santer santernya dibicarakan. Serpis bintang lima, harga kaki lima demikianlah slogan yang mereka pasang di bawah nama restonya. Yup D’Cost Restaurant, resto yang ada dikawasan renon ini pun menjadi pilihannya, pertama karena belum pernah kesana, kedua pengen tau kebenaran beritanya *ndeso banget yah*. Tiba disana, disambut oleh sang receptionistnya *mungkin ..* kemudian ditanya untuk berapa orang dan akhirnya kita dapat tempat duduk di T02 deket parkiran sepeda motor, yang emang disitu di set untuk 6 orang.

Tak berapa lama, datang pelayannya membawa (sejenis) PDA, dan mulai menanyakan apa saja yang kami pesan. Kami pun memesan Sayur Asem, Cumi Goreng Tepung, Ikan Gurame Goreng, Cumi Saus Telur Asin, Sambal Mangga, Terong Bakar, Tempe Goreng, Tahu Goreng, Ikan Gurame Bakar Pedas, dan Nasi Putih. Minumannya kami pesan Jeruk Nipis Hangat (ini dikarenakan udara yang lagi dingin dinginnya :D). 20 Menit kemudian, semua hidangan sudah tersedia. Dan kamipun mulai menyantapnya *serbuuuuuuuu*

Penilaianku tentang D’Cost

Resto ini emang paling murah diantara resto resto gede yang ada diseputaran Renon, kelas bangunannya resto tapi harganya sama dengan rumah makan biasa ataupun cak asmo dengan menu yang sama. Beberapa hal yang ingin kukomentari, diantaranya

1. Tempat

Lokasi resto ini strategis dipinggir jalan dan mudah dilihat banyak orang, arealnya luas, lumayan bersih, tempat parkirnya juga luas. Tapi kenapa ya parkiran motor “nyempil” di sisi resotaran ?! padahal kan areal parkirnya lumayan luas, apa emang dibuat seperti itu yah ?! yang ditonjolkan justru parikiran mobilnya *biar keliatan wahhhh kali ya*😀

2. Menu & Harga

Soal menu memang banyak pilihan, semuanya chinese food. Harga buatku biasa alias standard. Karena yang kulihat murah itu beberapa item saja seperti Teh Tawar yang harganya 100 perak semaunya, Jenis Teh lainnya (Teh Manis, Es Teh, Teh panas) itu 250 perak segelasnya. Nasi Putih seribu perak per orang semaunya. Diluar dari yang disebutkan harganya sama lah dengan yang diluaran.

3. Taste

Rasa makanan disini, buat akyu juga biasa biasa saja – STD.

4. Waktu penyajian

Lumayan Cepat, dari total item yang kami pesan, memerlukan waktu 20 menit untuk menyiapkan secara keseluruhan.

5. Perlengkapan

Piring, Sendok, dan Garpu sudah disiapkan sebelumnya di meja masing-masing.

Yang on request:

– Asbak buat para perokok

– Tissue, ini nggak tau kenken aturannya. Yang pasti tidak disetiap meja ada tissue, karena kemarin dakyu ngambil tissue dari meja sebelah hehehehe

– Linggis Gigi… eh Tusuk gigi ini juga tidak terlihat di meja

6. Sambal

Ada 3 jenis sambal diantaranya Sambal Matah, sambal Tomat, Sambal Mangga, yang semuanya dijual terpisah.

So, kurasa D’Cost itu biasa biasa saja *spechless …*

13 Comments

  1. pink said,

    March 9, 2008 at 11:11 pm

    wahaha, adekku yang bungsu juga pas ultah kemaren diteplokin ramuan telor, aer dan kopi. emang udah trennya kali yah?

  2. widi said,

    March 10, 2008 at 3:08 am

    Enak mana dibandingin Siobaknya ?

  3. Arie said,

    March 10, 2008 at 3:18 am

    # Pink : Iya kali ya hehehehehe :p

    # Mbok Widi : hmmmm jujur niki Mbok gek .. jek enakan siobak’e noq 😀

  4. Ramayadi said,

    March 10, 2008 at 6:14 am

    wah, saya malah blum sempet menjajal restaurant itu..tp thx dah direview, jadi biar ngga rugi besok kesana, soalnya saya sering kemakan iklan restoran..yang fotonya keliatan enak eh baru dicoba kesana ternyata ngga seenak diphoto :p

  5. Arie said,

    March 10, 2008 at 6:24 am

    # Pak Rama : berhati hatilah sebelum membeli, biar nggak jadi korban iklan hahahahaha😀

  6. putu said,

    March 11, 2008 at 5:22 am

    yah..yahhh tapi minumnya murah sekali lho….

  7. Arie said,

    March 11, 2008 at 5:24 am

    # Bli Putu : Jenis Teh dan air putihnya emang murah meriah bangetssssss .. tapi minuman lainnya kek Es Jeruk, Jeurk Nipis Hangatdan lainnya hrgnya sama dengan yang diluaran😀

  8. widi said,

    March 12, 2008 at 4:15 am

    bearti klo mo ditraktir pilih siobak aja🙂

  9. Arie said,

    March 12, 2008 at 4:17 am

    Mbok Widi setujuuuu sekali arienya , kapan nich nraktir nya ? hehehehhee :p

  10. imsuryawan said,

    March 12, 2008 at 5:16 am

    dah pernah nyoba! Dan setuju! Biasa aja!

  11. Ady Gondronk said,

    March 12, 2008 at 12:37 pm

    ya udah…,kalo biasa aja ga jadi makan disana aja ah… 😆

  12. Arie said,

    March 13, 2008 at 1:07 am

    # Bli Suryawan : Hehehehe ternyata nilainya sama STD

    # Bli Ady : hihihihihi … coba aja Bli kan ketajaman indra pengecap kan berbeda😀

  13. March 24, 2008 at 4:18 am

    […] at 4:18 am (Kuliner) Kali ini mau cerita soal wisata kuliner yang sudah lewat. sebulan sebelum kesini, saya dan temans mencoba masakan di Rumah Makan yang baru buka dikawasan […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: