Pengalaman Donor Darah

akhirnya diriku donor darah juga ……

awalnya, hari senin malam yang ceria, temen kuliah adikku kirim sms kalo ada pasien yang perlu 8 kantong darah untuk operasi pada hari selasa.

sedikit teleponi waktu itu (Adi dan adek)

A : mas bisa ke Rumah Sakit sanglah nggak sekarang ? perlu kira kira 6 orang pendonor nech
a : lah sapa yang sakit di ? temen ???
A : Nggak mas, ini pasien yang terlantar dari Bima itu loh , dia kena tumor di Pipi trus dia coba berobat ke Bali sini tp krn belm selesai pengobatan dana sudah habis jadi nggak keurus, pernah masuk koran bali post tgl 25 juni kalo nggak salah
a : ohhh ya udah dech ntar kita kesana.

Saat itu juga adek, komang, mbok mini, bli par & I, langsung tancap gas menuju rumah sakit sanglah. Sampai disana si Adi udah nungguin di depan UGD .. tanpa babibubebo a.k.a basa basi kita langsung menuju ruang PMI .. dan ternyata oh ternyata  … petugasnya udah pada pulang semua nggak ada yang bisa urus donor mendonor malam itu. akhirnya kami cuma bisa senyum saja, Bli par memutusakn kembali lagi ke rumah, sedangkan arie berempat menuju ruang dimana Bapak itu dirawat.

Sampai di Sal Angsoka Lt3 kamar no 3, kami melihat seorang bapak dengan pipi kiri yang membengkak terbaring lemah disana, sedangkan istri dan anaknya tidur dilantai beralsakan tikar dan kain sarung seadanya. waktu arie liat papan nama di dinding dia sudah terbaring disini selama satu bulan (ya tuhan batinku …), kami tidak dapat berkomunikasi dengan baik secara mereka tidak begitu pasif berbahasa indonesia, mereka berkomunikasi menggunakan bahasa daerah … jadi kami tidak banyak bicara hanya berdoa untuk kesehatan si bapak.

Dari Adi kami tau ternyata bapak itu sudah 4 x melakukan operasi yangs ama di Bima tetapi tanpa hasil, penyakitnya kembali datang, dan tragisnya untuk pengobatannya itu, mereka sudah menjual sawah ladang, ternak (sapi), dan ketika mereka memutuskan berobat di Denpasar, mereka hanya membawa bekal 800rb rupiah dan itupun habis dalam waktu 1 minggu.

Entah siapa yang membantu, akhirnya si Bapak mendapatkan rawat inap menggunakan askin, yang arie pikirin waktu itu anak dan istrinya makan apa untuk sehari harinya ??? apa askin memberikan tangungan juga untuk yang jaga? apa mereka dapat makanan juga ??? (oh tuhan waktu itu arie pengen nangis liatnya, tp arie nggak mau terbawa suasana) … yang arie bikin senyum waktu itu, si Ibu bilang ke arie begini “maaf dik Ibu tidak bisa bahasa indo karena tidak tamat sekolah”, arie jawabnya ngasal aja “saya juga minta maaf bu tidak bisa bahasa bima” sambil tertawa bercanda .. dan waktu itu arie senang mereka bisa tertawa juga ….

Setelahnya kami memutuskan balek ke rumah dan memutuskan untuk datang esok paginya, tp esok harinya gagal, karena si adi lagi training di Dinas Kesehatan. Finally, we did it.

Tadi pagi berangkat jam 8.15 dari rumah menuju RSU Sanglah, parkir trus langsung menuju ke Ruang PMI. ada sekitar 12 orang disana tp yang bisa donor cuma 7 orang termasuk diriku. Untuk si Bapak sendiri itu ada 3 kantong donor pengganti (adek,arie n komang).

Donor ini merupakan kali pertama buat arie, deg deg-an juga sich awalnya. Sebelum donor ditanya identitas diri dulu, trus berat badan, golongan darah, pernah rawat inap nggak, sekarang lg sakit nggak, begadang apa tidak …… setelah serentetan pertanyaan barulah di tes tekanan darahnya, syukurlah tekanan darahku normal .. dan arie jadi pendonor yang pertama diperiksa dan paling akhir selesai donor, secara orang orang itu pada berebut mau donor dan hrs cepat2 kembali bekerja.

Rasanya donor darah ???? menyenangkan .. awalnya takut  tp ternyata tidak sakit xixixixixi
yang harus diperhatikan kalo mau donor darah itu :
* berat badan — kt perawat td hrs lebih besar sama dengan 50 kg … berat badanku pas 50 kg (hihihi gembul yah)
* tensi darah — hrs normal
* begadang – yg satu ini sich menurut teori atau pengalaman para perawat bisa mempengaruhi jalannya darah , maksudnya darah yang mengalir ke kantong itu jalannya lambat .. but pengalamanku pagi ini tidak seperti itu, secara kmrn arie tidur jam 1 pagi dan bangun jam 6.30 tp jalan darahku ke kantong sangat baik.
* cemas dan takut — ini juga mempengaruhi jalannya darah ke kantong, jadi kalo donor darah rileks dan berdoa, pasti lancar
* pastikan anda sarapan – kalo nggak katanya lagi nech ya bisa pingsan trus bisa juga kepalanya pusing dan kitanya sakit …. (donor hrsnya sehat jadi sakit dech hehehehehe)

yang pasti arie seneng banget dapet pengalaman donor darah .. ternyata tidak terasa sakit dan menyenangkan …. selain darah kita tersikulasi, kita juga bisa bantu orang lain yang membutuhkan …… wahhhhhh pokoknya cenang cenang cenang

2 Comments

  1. September 25, 2007 at 9:00 am

    ternyata arie punya banyak blog yah.. hihihi baru tau aku. hebat.. hebat..

  2. Arie said,

    September 27, 2007 at 10:27 am

    heleh .. apanya yang hebat .. ini mah b(e)log b(e)logan😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: